JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kebakaran Kampung Adat Sade NTB Diduga akibat Listrik, Gubernur Siapkan Restorasi Kawasan Bersejarah

Kebakaran Kampung Adat Sade NTB Diduga akibat Listrik, Gubernur Siapkan Restorasi Kawasan Bersejarah
Kebakaran kampung Adat di Lombok (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. 

Menurutnya, kebakaran tersebut kemungkinan berkaitan dengan aliran listrik di kawasan permukiman adat tersebut.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mencari tahu sumber api yang memicu kebakaran.

"Kemungkinan ada yang terkait dengan elektriknya, dengan listrik yang ada, aliran listrik yang ada di situ," kata Lalu di JCC, Jakarta, Minggu (23/8).

Setelah penanganan warga yang terdampak dilakukan, pemerintah daerah kini mulai memikirkan langkah pemulihan Kampung Adat Sade. 

Restorasi menjadi perhatian utama karena kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Lombok Tengah.

Lalu mengatakan proses pemulihan harus dilakukan dengan mempertimbangkan karakter asli kampung adat. Bangunan yang rusak akibat kebakaran nantinya diupayakan dapat dikembalikan seperti kondisi sebelumnya.

Menurutnya, proses tersebut tidak sederhana. Biaya yang diperlukan untuk mengembalikan kawasan adat ke bentuk semula diperkirakan cukup besar karena pemerintah harus tetap mempertahankan nilai sejarahnya.

Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran Kampung Adat Sade. Tim gabungan dari Polda NTB dan Polres Lombok Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Kapolres Lombok Tengah Kombes Hariyanto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim di lapangan. Polisi juga berencana meminta bantuan personel dari Bali untuk mendukung proses penyelidikan.

Garis polisi juga telah dipasang di sekitar area yang terdampak kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga lokasi agar proses pemeriksaan dapat berjalan dengan baik.

Penanganan pascakebakaran turut melibatkan berbagai unsur. Sekitar 100 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah telah dikerahkan sejak malam hingga Minggu.

Personel tersebut tidak hanya membantu proses evakuasi warga, tetapi juga menjaga keamanan di sekitar lokasi kebakaran.

Sejumlah pejabat daerah juga telah mendatangi Kampung Adat Sade untuk melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak. 

Pemerintah kini menghadapi dua pekerjaan utama, yakni memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak terpenuhi serta menyiapkan proses pemulihan kawasan adat.

Kampung Adat Sade sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan wisata budaya yang mempertahankan kehidupan dan tradisi masyarakat Sasak. 

Karena memiliki nilai sejarah dan budaya, proses pemulihan nantinya diharapkan tidak sekadar membangun kembali rumah yang rusak, tetapi juga mempertahankan karakter asli kawasan tersebut.

Untuk saat ini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Dugaan terkait gangguan atau masalah kelistrikan masih menjadi salah satu kemungkinan yang diperiksa oleh pihak berwenang.

Posting Komentar