Sakit Hati Dipolisikan karena KDRT, Pria di Lubuklinggau Bakar 10 Rumah dan 1 Gudang
![]() |
| Istri pelaku pembakaran rumah (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com – Peristiwa pembakaran yang menghanguskan 10 rumah dan satu gudang di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menyisakan kisah haru.
Istri pria berinisial MSE (32), yang diduga menjadi pelaku pembakaran, datang menemui para korban untuk menyampaikan permintaan maaf.
SU bahkan sampai bersujud di hadapan sejumlah warga yang terdampak kebakaran. Padahal, dirinya juga menjadi salah satu korban dalam peristiwa yang terjadi di Jalan Maluku, RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.
Kebakaran tersebut terjadi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 18.00 WIB. Diduga, aksi MSE dilakukan setelah dirinya merasa sakit hati karena dilaporkan oleh SU ke polisi terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Bibi SU yang berinisial RN mengatakan, pihak keluarga sepakat untuk tetap mendatangi para korban dan meminta maaf atas peristiwa yang terjadi.
Menurutnya, keluarga SU menyadari bahwa meskipun mereka juga menjadi korban, peristiwa tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi warga lain.
"Kami keluarga memang sepakat, meskipun kami juga korban, kami datang meminta maaf. Dimaafkan syukur, tidak juga kami tetap tulus meminta maaf. Makanya sejak kemarin kami hadir menemui korban lainnya," kata bibi korban berinisial RN..
RN menuturkan, SU bahkan berusaha meminta maaf secara langsung kepada para korban. Ia berharap permintaan maaf tersebut dapat diterima oleh warga yang rumahnya terbakar.
Namun, RN menyayangkan sikap keluarga MSE yang hingga kini disebut belum menunjukkan perhatian kepada para korban lainnya.
"Nggak ada mereka datang, cuma kami yang datang untuk meminta maaf. Pascakasus KDRT juga nggak ada datang atau menanyakan kondisi di sini," ungkapnya.
Menurut RN, keluarga tersangka belum datang untuk menanyakan kondisi para korban maupun SU setelah peristiwa kebakaran tersebut.
Sebelum kebakaran terjadi, SU disebut sudah tidak lagi tinggal di rumahnya yang berada di Kelurahan Marga Mulya. Sementara itu, ibu SU, Romsiyah, juga meninggalkan rumahnya di Kelurahan Jawa Kanan SS.
Keduanya kemudian memilih mengungsi ke rumah kerabat di Kelurahan Mesat Jaya. Keputusan tersebut diambil karena mereka khawatir menjadi sasaran MSE setelah kasus KDRT dilaporkan kepada polisi.
Aksi pembakaran itu diduga dilakukan MSE sebagai bentuk luapan emosi setelah dirinya dilaporkan dalam kasus KDRT.
Api kemudian membakar sejumlah bangunan di kawasan tersebut hingga menyebabkan 10 rumah dan satu gudang hangus.
Peristiwa ini kini masih menjadi perhatian aparat penegak hukum. Selain menangani dugaan pembakaran, polisi juga menindaklanjuti kasus KDRT yang sebelumnya dilaporkan oleh SU.
