JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Anak Satpam Sumarna yang Tewas di Waduk Jatiluhur Tuai Simpati, Dedi Mulyadi Beri Santunan

Anak Satpam Sumarna yang Tewas di Waduk Jatiluhur Tuai Simpati, Dedi Mulyadi Beri Santunan
Anak satpam yang tewas di waduk Jatiluhur (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com – Perhatian publik terhadap kasus tewasnya Sumarna, satpam yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tangan terborgol di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, terus meluas. 

Tak hanya proses penyelidikannya yang menjadi sorotan, kondisi keluarga yang ditinggalkan, terutama anak bungsunya, juga memancing simpati banyak pihak.

Di media sosial, muncul perbandingan antara anak Sumarna dengan anak seorang pria yang menjadi terduga pelaku pencurian di Bali. 

Warganet menilai kisah anak satpam tersebut belum mendapatkan perhatian sebesar kasus yang ramai diperbincangkan sebelumnya.

Sejumlah figur publik pun mulai menyuarakan kepedulian mereka terhadap nasib keluarga korban. Salah satunya adalah penyiar radio sekaligus selebritas Sinyorita Esperanza. 

Melalui unggahan di media sosial, ia mempertanyakan bagaimana keadaan anak-anak Sumarna setelah kehilangan sang ayah secara tragis.

“Apa kbr nasib anak2 Almarhum Pak Sumarna ya? Koq berasa kurang ke up ya,” kata Sinyorita dalam akun thread-nya, Selasa (28/7). 

Sinyorita mengaku tersentuh setelah melihat tayangan yang memperlihatkan putri Sumarna saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta. 

Dalam video yang beredar, bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar itu tampak lebih banyak diam. Meski tidak menangis, raut kesedihan terlihat jelas di wajahnya.

Tak hanya Sinyorita, artis Aldi Taher juga ikut menyampaikan perhatian terhadap kasus tersebut. Melalui akun media sosialnya, ia meminta agar pelaku pembunuhan Sumarna segera ditangkap sehingga keluarga korban bisa memperoleh keadilan.

Sementara itu, aktris Kirana Larasati memberikan pandangan yang lebih luas terkait perbincangan publik mengenai berbagai kasus yang melibatkan anak-anak sebagai pihak yang terdampak. 

Menurutnya, setiap peristiwa perlu dipahami dari berbagai sudut pandang dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan emosi sesaat.

Ia mengungkapkan rasa iba kepada anak-anak yang kehilangan orang tua, tetapi juga menilai masyarakat perlu melihat keseluruhan latar belakang sebuah peristiwa sebelum memberikan penilaian.

Perhatian terhadap anak Sumarna juga datang dari internal Kepolisian. Auditor Kepolisian Itwasum Polri Kombes Pol Dr. Manang Soebeti, yang dikenal dengan sapaan Pak Bray, membagikan unggahan mengenai kondisi putri Sumarna yang hanya terdiam setelah kehilangan ayahnya. Unggahan tersebut turut mengundang simpati dari banyak pengguna media sosial.

Di sisi lain, keluarga korban mulai menerima bantuan dari berbagai pihak. Istri Sumarna menyampaikan langsung kondisi keluarganya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak Sumarna disebut telah memperoleh santunan serta beasiswa dari pengelola Waduk Jatiluhur. 

Selain itu, Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp25 juta untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Momen haru terlihat setelah bantuan diserahkan. Putri Sumarna yang masih duduk di kelas 4 SD menghampiri dan menyalami Dedi Mulyadi. 

Sang gubernur kemudian memberikan semangat agar ia tetap rajin bersekolah dan terus melanjutkan pendidikan meski tengah menghadapi cobaan berat.

Hingga kini, kasus kematian Sumarna masih menjadi perhatian publik. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku sehingga keluarga korban mendapatkan kepastian hukum sekaligus rasa keadilan.

Posting Komentar