Diduga Berbau Tanah, Minyakita Bantuan Pangan di Kismantoro Ditarik dan Diganti Bulog
![]() |
| Pihak Perum Bulog saat melakukan pengecekkan terhadap minyakita yang berbau (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta bergerak cepat menanggapi laporan warga terkait dugaan kualitas minyak goreng bantuan pangan yang bermasalah di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Sejumlah penerima bantuan sebelumnya melaporkan bahwa minyak goreng yang mereka terima diduga memiliki bau tidak wajar seperti minyak tanah sehingga dikhawatirkan tidak layak digunakan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak Perum Bulog langsung melakukan pengecekan di lapangan bersama pihak terkait. Sebagai langkah antisipasi, seluruh minyak goreng yang telah terlanjur disalurkan di wilayah tersebut ditarik kembali dari masyarakat.
"Begitu menerima aduan, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Seluruh minyak goreng yang sudah disalurkan di desa tersebut segera kami tarik dan kami ganti dengan minyak berkualitas baik," ujarnya.
Setelah proses penarikan dilakukan, Bulog kemudian mengganti seluruh paket minyak goreng bantuan dengan produk baru yang telah dipastikan memenuhi standar kualitas.
Distribusi ulang ini mulai dilakukan beberapa hari setelah laporan diterima agar kebutuhan warga tetap terpenuhi tanpa hambatan.
Tercatat, sebanyak 8.565 penerima bantuan di Kecamatan Kismantoro terdampak dalam proses penarikan dan penggantian tersebut.
Setiap penerima diketahui memperoleh jatah empat liter minyak goreng sebagai bagian dari program Bantuan Pangan pemerintah.
Pihak Bulog Cabang Surakarta menjelaskan bahwa begitu menerima aduan dari masyarakat, tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Pemeriksaan dilakukan pada hari yang sama untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan tidak ada produk lain yang bermasalah di lapangan.
Selain melakukan penggantian, Bulog juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perangkat desa, dinas terkait, serta produsen minyak goreng untuk menelusuri sumber masalah.
Langkah ini dilakukan agar distribusi bantuan pangan tetap sesuai standar dan kejadian serupa tidak terulang.
Tidak hanya terfokus di satu wilayah, Bulog juga memperluas pemantauan ke kecamatan lain di wilayah eks Karesidenan Surakarta untuk memastikan distribusi bantuan pangan berjalan normal dan aman.
Pihak Bulog mengapresiasi laporan masyarakat yang dianggap sangat membantu dalam menjaga kualitas penyaluran bantuan.
Warga juga diimbau untuk segera melapor apabila menemukan produk bantuan yang tidak sesuai standar agar dapat segera ditindaklanjuti.
Hingga saat ini, penyaluran Bantuan Pangan di wilayah kerja Bulog Surakarta telah mencapai hampir seluruh target, dengan realisasi lebih dari 96 persen di eks Karesidenan Surakarta.
Sementara di Kabupaten Wonogiri, distribusi telah menyentuh lebih dari 93 persen dan ditargetkan selesai sebelum akhir Juni 2026.
