Heboh LCC Empat Pilar MPR di Kalbar, Jawaban Sama tapi Nilai Berbeda Tuai Sorotan
![]() |
| LCC Empat Pilar MPR (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Viralnya Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menuai sorotan luas di media sosial.
Video yang beredar memperlihatkan momen ketika dua kelompok peserta memberikan jawaban yang sama, tetapi justru memperoleh nilai berbeda dari dewan juri.
Peristiwa tersebut memicu perdebatan publik karena banyak warganet menilai penilaian yang diberikan tidak konsisten. Menanggapi polemik itu, MPR RI akhirnya buka suara dan menyatakan akan melakukan evaluasi internal terkait jalannya perlombaan.
Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan pihaknya menghargai perhatian masyarakat terhadap kegiatan pendidikan kebangsaan tersebut.
Menurutnya, lomba cerdas cermat seharusnya menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, dan rasa keadilan bagi seluruh peserta.
"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal," kata Siti dalam keterangan tertulis, Senin (11/5).
Ia menjelaskan bahwa panitia dari Sekretariat Jenderal MPR RI kini sedang melakukan penelusuran internal terkait penilaian yang menjadi perbincangan publik tersebut.
Evaluasi juga akan dilakukan pada berbagai aspek teknis lomba, mulai dari mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban peserta, hingga sistem penanganan keberatan saat perlombaan berlangsung.
MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, dan masyarakat yang tetap memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan.
Masukan dari publik disebut akan menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.
Video yang viral itu memperlihatkan suasana babak final lomba ketika pembawa acara memberikan pertanyaan rebutan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Pertanyaan tersebut menanyakan lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.
Kelompok C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menekan bel dan menjawab pertanyaan.
Peserta menyebut bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh Presiden.
Namun, jawaban tersebut justru dianggap salah oleh salah satu dewan juri dan kelompok C mendapat pengurangan nilai.
Setelah pertanyaan dibacakan ulang, kelompok B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai sama dan justru memperoleh nilai penuh.
Situasi itu membuat peserta dari kelompok C langsung mengajukan protes karena merasa jawaban mereka tidak berbeda dengan kelompok B.
Akan tetapi, dewan juri menilai kelompok C tidak mengucapkan bagian “Dewan Perwakilan Daerah” dengan jelas sehingga dianggap tidak memenuhi jawaban yang diminta.
Perdebatan sempat berlangsung di lokasi lomba. Peserta bahkan meminta penonton ikut menilai apakah jawaban mereka sebenarnya sudah benar. Namun, dewan juri tetap mempertahankan keputusan yang telah diberikan.
Salah satu juri kemudian menekankan pentingnya artikulasi saat menjawab pertanyaan. Menurutnya, peserta harus menyampaikan jawaban dengan jelas agar dapat didengar dan dinilai secara tepat oleh dewan juri.
Meski demikian, cuplikan video tersebut telanjur menyebar luas dan memancing banyak komentar dari masyarakat.
Tidak sedikit warganet yang mempertanyakan konsistensi penilaian dalam lomba tersebut dan berharap evaluasi dari MPR RI benar-benar dilakukan secara menyeluruh.
