JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pantai Padang Dipenuhi Kayu Gelondongan Usai Banjir Besar, Aktivitas Wisata Terhenti

Pantai Padang Dipenuhi Kayu Gelondongan Usai Banjir Besar, Aktivitas Wisata Terhenti
Gelondongan kayu yang memenuhi pantai Padang (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com - Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat sejak Minggu (23/11) memberikan dampak serius bagi kawasan wisata Pantai Padang. 

Curah hujan yang sangat tinggi membuat beberapa sungai di Kota Padang meluap dan membawa material kayu dari daerah hulu hingga terseret ke pantai.

Saat dipantau di Pantai Air Tawar pada Jumat (28/11), tumpukan kayu dalam berbagai ukuran terlihat memenuhi area bibir pantai. 

Tidak hanya batang pohon besar, tetapi juga potongan kayu, ranting, sampah plastik, bahkan limbah rumah tangga ikut bercampur di antara material tersebut.

Kondisi ini membuat pantai tampak berantakan dan mengganggu aktivitas warga. Jalur pejalan kaki yang biasanya digunakan untuk bersantai atau berolahraga kini sulit dilalui karena tertutup tumpukan kayu.

Rahmad (41), salah seorang warga, mengaku terkejut melihat kondisi pantai yang dipenuhi material dalam jumlah besar.

“Biasanya kalau banjir, sampah memang terbawa sampai ke pantai, tapi kali ini jumlah kayunya sangat banyak dan besar-besar,” kata Rahmad.

Tumpukan material kayu yang menyebar hampir di seluruh jalur pejalan kaki membuat kawasan wisata ini tidak bisa difungsikan seperti biasanya. Banyak pengunjung memilih menghindari area tersebut karena terlihat kumuh dan tidak aman.

Selain menurunkan minat wisatawan, tumpukan kayu juga berpotensi menimbulkan bahaya, terutama jika bergeser akibat hempasan ombak.

Foto udara dari kawasan Pantai Air Tawar memperlihatkan bahwa skala kerusakan jauh lebih besar daripada yang terlihat dari darat. 

Garis pantai tampak hampir sepenuhnya tertutup kayu gelondongan yang terbawa dari daerah perbukitan saat banjir terjadi. Ini menunjukkan betapa kuatnya arus sungai dan banyaknya material yang hanyut.

Selain berdampak pada aktivitas warga, keberadaan kayu dan sampah dalam jumlah besar dikhawatirkan bisa merusak ekosistem pesisir. 

Sampah plastik dan limbah lain yang terbawa ke laut dapat mencemari air, mengganggu biota laut, hingga merusak terumbu karang.

Beberapa pengamat lingkungan menduga bahwa banyaknya kayu yang terbawa arus bisa menjadi indikator adanya kerusakan di wilayah hulu, seperti penggundulan hutan atau penebangan liar. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait sumber material tersebut.

Meski kondisi pantai memprihatinkan, sejumlah warga tetap terlihat mendatangi lokasi untuk melihat langsung keadaan terbaru. 

Mereka berharap pemerintah bergerak cepat untuk membersihkan pantai sehingga aktivitas masyarakat dan wisata bisa kembali normal.

Pantai Padang menjadi salah satu lokasi yang paling terdampak setelah banjir bandang melanda beberapa kecamatan di Sumatra Barat, terutama daerah yang berada di sepanjang aliran sungai yang bermuara ke pantai.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah setempat belum memberikan pernyataan terkait rencana pembersihan kayu dan sampah yang menumpuk di Pantai Padang. 

Informasi mengenai waktu pembersihan, koordinasi antarinstansi, serta potensi dampak lingkungan jangka panjang juga belum disampaikan.

Masyarakat berharap penanganan segera dilakukan mengingat Pantai Padang merupakan ruang publik utama dan destinasi wisata favorit di Kota Padang.

Posting Komentar