Apa Itu Self Acceptance? Begini Cara Menerapkannya dalam Kehidupan Sehari-Hari
![]() |
Ilustrasi orang yang sedang mengalami self acceptance (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Pernahkah kamu merasa minder karena kekurangan yang dimiliki, atau sebaliknya terlalu fokus pada kelebihan hingga sulit menerima kritik? Jika iya, mungkin kamu sedang self acceptance. Lantas, apa itu self acceptance?
Banyak orang berpikir bahwa menerima diri sendiri itu mudah, padahal kenyataannya justru sebaliknya. Self acceptance membutuhkan proses panjang, latihan, serta keberanian untuk berdamai dengan diri sendiri.
Artikel ini akan mengulas apa itu self acceptance, tanda-tanda seseorang sudah memilikinya, serta bagaimana cara membangunnya agar hidup terasa lebih damai dan bermakna.
Apa Itu Self Acceptance?
Secara sederhana, self acceptance adalah kemampuan seseorang untuk menerima dirinya apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangan.
Seorang psikolog bernama Meghan Marcum menjelaskan bahwa penerimaan diri berarti berani mengakui kelemahan, kesalahan, hingga kegagalan di masa lalu, sekaligus mensyukuri potensi serta kekuatan yang dimiliki saat ini.
Dengan kata lain, self acceptance bukan sekadar merasa puas dengan keadaan, melainkan sebuah proses menyadari bahwa setiap orang tidak ada yang sempurna.
Kita tetap perlu berkembang, namun dengan cara yang sehat, bukan dengan membenci diri sendiri atau menutup mata terhadap kekurangan.
Tanda-Tanda Seseorang Sudah Memiliki Self Acceptance
Tidak semua orang berhasil mencapai tahap penerimaan diri. Namun, ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan bahwa seseorang sudah mampu menjalani hidup dengan self acceptance, di antaranya:
- Mengenali nilai serta potensi dalam dirinya.
- Mampu menerima keterbatasan tanpa merasa rendah diri.
- Tidak mudah menyalahkan diri sendiri ketika gagal.
- Bisa menerima kritik dengan kepala dingin tanpa mudah tersinggung.
- Sering memberikan afirmasi positif untuk dirinya.
- Berani berkata “tidak” tanpa rasa bersalah hanya untuk menyenangkan orang lain.
- Tidak membutuhkan validasi berlebihan dari lingkungan.
- Merasa cukup, bahagia, dan bersyukur atas apa yang dimiliki.
- Mau mengakui kesalahan tanpa menghukum diri secara berlebihan
Cara Membangun Self Acceptance
Menerima diri sendiri memang bukan hal yang mudah, namun bisa dilatih sedikit demi sedikit. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba:
1. Belajar Memaafkan Diri Sendiri
Banyak orang sulit berkembang karena masih terjebak rasa bersalah di masa lalu. Padahal, memaafkan diri sendiri adalah kunci untuk melangkah maju.
Memaafkan bukan berarti melupakan, tetapi mengakui bahwa kesalahan sudah terjadi dan kini saatnya fokus memperbaiki diri.
2. Mengenali Kelebihan dan Kekurangan
Setiap orang punya kelebihan sekaligus kekurangan. Agar lebih objektif, coba tulis poin-poin kelebihanmu di satu sisi kertas, dan kekuranganmu di sisi lain.
Dengan begitu, kamu bisa lebih sadar bagian mana yang perlu dikembangkan, serta sisi positif mana yang bisa menjadi kekuatanmu.
3. Melatih Pikiran Positif
Penerimaan diri erat kaitannya dengan pola pikir positif. Hindari membandingkan diri dengan orang lain, berhenti mengkritik diri secara berlebihan, dan biasakan melihat sisi baik dari sebuah keadaan.
Misalnya, saat bangun tidur, biasakan menyebutkan tiga hal yang bisa kamu syukuri hari itu.
4. Tidak Takut dengan Kritik
Kritik yang membangun sebenarnya bisa menjadi cermin untuk berkembang. Dengan self acceptance, kamu bisa melihat kritik bukan sebagai serangan, melainkan masukan yang bermanfaat.
5. Menghargai Diri Sendiri
Berikan apresiasi kecil untuk pencapaianmu, sekecil apa pun itu. Menghargai diri sendiri akan membuatmu lebih tenang dan merasa layak untuk bahagia.
Sebaliknya, jika seseorang terus menolak menerima dirinya, dampaknya bisa cukup serius. Mereka cenderung mudah rendah diri, minder, atau bahkan terjebak dalam rasa tidak puas yang berkepanjangan.
Lebih buruk lagi, kondisi ini bisa memicu stres, rasa cemas, hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Self acceptance adalah kunci untuk menjalani hidup yang lebih damai, tenang, dan bermakna. Dengan menerima kelebihan dan kekurangan diri, kita bisa lebih fokus pada perkembangan positif, bukan pada rasa bersalah atau penyesalan.