Warga Injak Bantuan Gempa di NTT Minta Maaf, Sebut Kecewa dengan Jumlah Bantuan
![]() |
| Warga yang injak bantuan (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com – Seorang warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan permintaan maaf setelah videonya menginjak makanan bantuan pemerintah viral di media sosial.
Warga tersebut diketahui bernama Saimin Sadang Syawal. Aksi itu terjadi di Posko Nanga Lok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Manggarai Timur.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah makanan berupa mi dan biskuit berada di tanah. Saimin kemudian terlihat menginjak makanan tersebut hingga berserakan.
Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Saimin membuat video permintaan maaf. Ia mengaku tindakannya dilakukan karena terbawa emosi dan kecewa terhadap bantuan yang diterima warga.
Saimin menjelaskan bahwa dirinya merasa jumlah bantuan yang diterima masyarakat belum mencukupi kebutuhan warga setelah gempa.
"Saya Saimin Sadang Syawal mau memohon maaf kepada publik, lebih khusus kepada Pemda Manggarai Timur yang kemarin telah terjadi beberapa menit" kata Saimin.
Menurutnya, aksi menginjak makanan tersebut merupakan tindakan yang dilakukan secara spontan karena rasa kecewa.
"Itu adalah sesuatu yang sangat khilaf bagi saya. Statement yang tanpa sadar yang saya buat karena memang itu bentuk kekecewaan kami, bentuk kekecewaan saya selaku masyarakat pascagempa bumi yang bantuannya sangat tidak memenuhi dengan kebutuhan kami pascagempa bumi yang telah terjadi," jelas Saimin.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya menarik kembali pernyataan maupun video yang sebelumnya telah dibagikan melalui WhatsApp dan Facebook
Saimin kemudian meminta maaf kepada masyarakat Manggarai Timur, khususnya Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, atas tindakannya tersebut.
"Kemudian saya menarik dari apa yang perhari ini mulai kemarin yang saya viral melalui status WA ataupun Facebook kepada masyarakat Manggarai Timur, khususnya kepada Pemda yang telah menonton video saya itu," ujar Saimin.
"Atas nama masyarakat, atas nama pribadi, kembali saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan yang saya buat. Mungkin demikian yang perlu saya sampaikan," pungkasnya.
Kepala Desa Golo Lijun, Yovita Mbaju, membenarkan bahwa pria dalam video permintaan maaf tersebut merupakan Saimin.
Yovita mengatakan pihak kepolisian sebelumnya telah mendatangi Saimin untuk menindaklanjuti kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut.
Menurutnya, Kapolsek bersama sejumlah anggota polisi telah bertemu dengan Saimin. Namun, Yovita mengaku belum mengetahui perkembangan proses selanjutnya.
Aksi menginjak bantuan tersebut diketahui terjadi pada Senin, 7 September 2026. Video kemudian beredar di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Dalam rekaman yang beredar, seseorang yang diduga berada di lokasi menyebut bantuan makanan yang diterima warga hanya terdiri dari tiga bungkus mi dan satu bungkus biskuit.
Warga di lokasi tersebut juga disebut baru dua kali mendapatkan bantuan makanan dari pemerintah sejak gempa mengguncang wilayah Manggarai Timur pada 15 Agustus 2026.
Meski demikian, Saimin telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa tindakannya dilakukan karena khilaf serta rasa kecewa terhadap kondisi bantuan yang diterima warga terdampak gempa.
