Tragis! Bocah di Ponorogo Tewas Tertimpa Tembok saat Main Petak Umpet
![]() |
| Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Permainan petak umpet yang dilakukan empat anak di Ponorogo berakhir tragis. Seorang bocah berinisial ER (9) meninggal dunia setelah tertimpa tembok kamar mandi yang sudah lama tidak digunakan.
Peristiwa tersebut terjadi ketika ER bersama tiga temannya bermain petak umpet. Saat mencari lokasi untuk bersembunyi, korban berada di sekitar bangunan kamar mandi yang kondisinya sudah rusak dan lapuk.
Kanit Reskrim Polsek Bungkal Aipda Hermansyah membenarkan kejadian tersebut. Polisi mendapat laporan dari masyarakat mengenai seorang anak yang tertimpa bangunan.
"Memang benar kami mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya anak yang tertimpa runtuhan tembok. Tembok tersebut kondisinya sudah usang dan rusak," kata Hermansyah, Minggu (6/9).
Hermansyah menjelaskan, bangunan kamar mandi itu sudah lama tidak digunakan. Kondisi temboknya juga telah mengalami kerusakan.
Ketika permainan berlangsung, ER memilih bersembunyi di dekat bangunan tersebut. Tanpa diduga, bagian tembok yang sudah lapuk tiba-tiba roboh dan menimpa korban.
Tidak ada laporan mengenai angin kencang atau kondisi cuaca buruk saat kejadian. Saksi mata menyebut tembok tersebut memang sudah dalam kondisi tidak layak.
Setelah tertimpa reruntuhan, ER segera dievakuasi oleh keluarga dan warga. Bocah tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Bungkal untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, kondisi ER tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di puskesmas.
Korban mengalami sejumlah luka akibat tertimpa tembok. Cedera ditemukan pada bagian kaki, tangan, kepala, hingga pelipis.
Polisi menyebut pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga ER juga tidak mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun.
Sementara itu, salah seorang saksi bernama Nuryanto membenarkan bahwa ada empat anak yang sedang bermain petak umpet sebelum kejadian.
Menurutnya, korban berada di sekitar pagar atau tembok kamar mandi yang sudah lama tidak digunakan. Tembok tersebut kemudian roboh secara tiba-tiba.
Nuryanto mengatakan kondisi bangunan memang sudah lapuk. Saat tembok runtuh, tidak ada angin kencang yang terlihat di lokasi.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa ER ke Puskesmas Bungkal. Namun, nyawa bocah tersebut akhirnya tidak tertolong.
