JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kekeringan Melanda Jatim, Salat Istisqa Mulai Digelar di Sejumlah Daerah

 

Kekeringan Melanda Jatim, Salat Istisqa Mulai Digelar di Sejumlah Daerah
Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan sholat Istisqa (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com - Sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai menggelar Salat Istisqa' sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi selama musim kemarau.

Ibadah tersebut dilaksanakan sebagai permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan membantu mengatasi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Hasan Ubaidillah atau Gus Ubed, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa' diarahkan terutama ke daerah yang telah menetapkan status kedaruratan kekeringan.

Saat ini terdapat 24 kabupaten/kota di Jawa Timur yang masuk dalam wilayah dengan status tersebut.

Menurut Gus Ubed, sejumlah daerah di kawasan Pantura dan Mataraman sudah menjalankan Salat Istisqa' sebagai bagian dari ikhtiar masyarakat menghadapi kemarau panjang.

"Jadi kami harap fokusnya di 24 kabupaten/kota (yang masuk status darurat kekeringan). Laporan yang telah kami terima, di beberapa wilayah kawasan Pantura dan Mataraman itu sudah melaksanakan," kata Gus Ubed.

MUI Jawa Timur sebelumnya telah menginstruksikan MUI di tingkat kabupaten dan kota untuk mendorong pelaksanaan Salat Istisqa' di wilayah masing-masing.

Pelaksanaannya dapat melibatkan jamaah di masjid maupun musala, terutama di daerah yang kondisi kekeringannya cukup serius.

Gus Ubed menyebut beberapa daerah yang telah melaksanakan Salat Istisqa' di antaranya Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo.

Ia menjelaskan bahwa Salat Istisqa' menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin setelah masyarakat menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan.

Namun, pelaksanaan Salat Istisqa' belum dilakukan secara merata di seluruh wilayah yang mengalami kekeringan.

Untuk kawasan Madura dan sejumlah wilayah Tapal Kuda, misalnya, terdapat pertimbangan lain karena masyarakat setempat sedang memasuki masa panen tembakau.

Kondisi tersebut membuat pelaksanaan Salat Istisqa' perlu mempertimbangkan aktivitas pertanian masyarakat agar tidak mengganggu proses panen.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menggelar Salat Istisqa' bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto pada Jumat, 18 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Mojokerto dan diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai unsur masyarakat. Jamaah yang hadir terdiri dari jajaran pemerintah daerah, masyarakat umum hingga para pelajar.

Salat Istisqa' tersebut dipimpin Syekh Assayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani. Kegiatan itu menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama setelah berbagai upaya teknis dilakukan pemerintah untuk menangani persoalan yang muncul akibat kekeringan.

Melalui pelaksanaan Salat Istisqa', masyarakat dan pemerintah bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun di berbagai wilayah Jawa Timur.

Hujan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air yang terdampak kondisi kemarau panjang.

Pelaksanaan Salat Istisqa' di sejumlah daerah pun menjadi bentuk kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di Jawa Timur.

Posting Komentar