BGN Perketat Aturan MBG, Makanan Tanpa Label Waktu Diminta Ditolak
![]() |
| Menu MBG (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta sekolah lebih teliti saat menerima makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setiap makanan yang dibagikan kepada siswa harus memenuhi ketentuan keamanan pangan, termasuk memiliki informasi waktu yang jelas pada wadah makanan.
Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengatakan sekolah tidak perlu membagikan makanan apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah keberadaan label waktu pada setiap ompreng.
Menurut Sudaryono, label tersebut penting agar pihak sekolah dapat mengetahui batas waktu makanan masih aman untuk dikonsumsi. Karena itu, keterangan waktu tidak boleh dibuat secara samar.
"Kalau makan itu diterima oleh sekolah tidak ada labelnya di setiap omprengnya, itu saya minta untuk tidak dibagikan, ditolak. Jadi minta untuk dapurnya memberikan label di setiap omprengnya," tegas Mas Dar dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah, Selasa (15/9).
Ia mencontohkan, keterangan seperti makanan harus dikonsumsi satu atau dua jam setelah diterima dinilai belum cukup jelas. Sebaliknya, waktu yang tercantum harus menunjukkan informasi yang lebih spesifik.
Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperketat pengawasan terhadap keamanan makanan dalam pelaksanaan MBG.
Sudaryono juga menegaskan bahwa dapur yang menyediakan makanan MBG harus mengikuti standar yang telah ditetapkan.
Jika ditemukan pelanggaran atau persoalan yang berkaitan dengan keamanan pangan, BGN dapat melakukan tindakan terhadap dapur tersebut.
Pembenahan juga terus dilakukan di sejumlah dapur MBG. Langkah yang diambil antara lain menghentikan operasional dapur yang tidak memenuhi ketentuan serta mengganti tenaga yang dinilai tidak sesuai dengan standar.
Selain mengawasi makanan yang diterima, pihak sekolah juga diminta tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan masalah dalam pelaksanaan MBG.
Kepala sekolah dan guru dapat memberikan masukan mengenai berbagai persoalan, mulai dari kondisi makanan, kelengkapan label waktu, hingga menu yang diterima siswa.
Dengan adanya pengawasan dari sekolah, BGN berharap persoalan dalam penyediaan makanan MBG dapat segera diketahui dan ditangani.
Keamanan pangan menjadi salah satu hal yang terus ditekankan agar program tersebut berjalan sesuai standar dan makanan yang diterima siswa tetap layak dikonsumsi.
