JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Grebeg Suro 2026 Resmi Dibuka, Ponorogo Gelar 29 Rangkaian Acara Selama Sebulan

Grebeg Suro 2026 Resmi Dibuka, Ponorogo Gelar 29 Rangkaian Acara Selama Sebulan
Pembukaan grebeg Suro 2026 (Dok. Ist)


JawaUpdate.com – Perayaan Grebeg Suro 2026 di Kabupaten Ponorogo resmi dimulai pada Sabtu malam (6/6). 

Pembukaan acara berlangsung meriah di panggung utama Alun-alun Ponorogo dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Liadyarita.

Momen tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya dua agenda budaya terbesar di Ponorogo, yakni Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-31 dan Festival Reog Remaja (FRR) ke-22. 

Kedua festival itu menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Dalam sambutannya, Liadyarita yang akrab disapa Bunda Rita menyampaikan bahwa Grebeg Suro telah lama menjadi tradisi masyarakat Ponorogo dalam menyambut datangnya bulan Muharram atau bulan Suro dalam penanggalan Jawa.

Menurutnya, perayaan tersebut bukan hanya menampilkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat.

"Perayaan ini menjadi jembatan indah yang menyatukan nilai spiritualitas dan kearifan budaya. Acara ini diselenggarakan setiap memasuki bulan Muharram atau Suro sebagai momen perenungan diri, rasa syukur dan harapan baru menuju masa depan yang lebih indah," katanya.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan sedikitnya 29 kegiatan yang akan berlangsung sepanjang bulan. Berbagai agenda budaya, seni, hingga kegiatan masyarakat akan digelar untuk memeriahkan perayaan tahunan tersebut.

Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Festival Reog yang selama ini menjadi ikon budaya Ponorogo. Festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya pelestarian Reog Ponorogo yang kini telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia.

Selain itu, status Ponorogo sebagai kota kreatif yang tergabung dalam jejaring UNESCO turut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan sektor budaya dan pariwisata.

Bunda Rita menambahkan bahwa Festival Nasional Reog Ponorogo juga kembali masuk dalam daftar 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. 

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Grebeg Suro tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki daya tarik nasional.

Melalui rangkaian kegiatan Grebeg Suro 2026, Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama masyarakat berharap budaya lokal dapat semakin dikenal luas sekaligus mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Dengan berbagai agenda yang telah disiapkan, Grebeg Suro tahun ini diharapkan menjadi ajang untuk memperkenalkan identitas budaya Ponorogo kepada masyarakat Indonesia maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Posting Komentar