Viral! Prabowo Singgung Iran Punya Senjata Nuklir, Siaran Mendadak Terputus
![]() |
| Prabowo Subianto singgung soal nuklir (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Potongan pidato Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri pertemuan bersama pengusaha Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Pusat dan Daerah menjadi sorotan di media sosial.
Cuplikan video tersebut viral setelah memperlihatkan Prabowo membahas perkembangan isu senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.
Pidato itu disampaikan dalam acara Pertemuan Presiden RI dengan Pengusaha KADIN Pusat dan Daerah Seluruh Indonesia pada Jumat, 31 Juli 2026. Video yang beredar diketahui berasal dari tayangan resmi Sekretariat Presiden.
Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung kemungkinan munculnya perlombaan senjata di kawasan apabila semakin banyak negara memiliki kemampuan nuklir.
Ia menyebut Iran disebut telah memiliki senjata nuklir, sehingga negara-negara lain di kawasan berpotensi mengikuti langkah serupa.
Prabowo kemudian menyebut beberapa negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Mesir yang menurutnya bisa saja terdorong untuk mengembangkan kemampuan nuklir jika situasi tersebut terjadi.
"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirates juga mau senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir," ujar Prabowo.
Namun, tak lama setelah pernyataan itu disampaikan, mikrofon di lokasi mendadak tidak berfungsi.
Tayangan langsung dari kanal Sekretariat Presiden kemudian beralih ke video promosi berbagai program pemerintah sehingga kelanjutan pidato tersebut tidak terdengar oleh publik.
Potongan video itu pun ramai diperbincangkan. Banyak warganet menyoroti pernyataan Prabowo yang menyebut Iran telah memiliki senjata nuklir karena isu tersebut masih menjadi perdebatan di tingkat internasional.
Hingga saat ini, Iran tetap menyatakan bahwa program nuklir yang dijalankannya bertujuan untuk kepentingan damai dan bukan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Di sisi lain, Arab Saudi sebelumnya pernah menyampaikan bahwa mereka akan mempertimbangkan pengembangan kemampuan nuklir apabila Iran benar-benar memiliki senjata nuklir.
Meski demikian, belum ada informasi yang menunjukkan negara tersebut mempunyai persenjataan nuklir operasional.
Sementara itu, Uni Emirat Arab diketahui menjalankan program energi nuklir untuk kebutuhan sipil dengan pengawasan internasional. Adapun Qatar dan Mesir juga tidak diketahui memiliki senjata nuklir.
Sampai artikel ini ditulis, pihak Istana belum memberikan penjelasan resmi mengenai konteks lengkap pernyataan Presiden Prabowo maupun alasan terputusnya tayangan pidato yang kemudian viral di media sosial.
